Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

30 Juli 2009

Nama

Pak Joko punya anak diberi nama Joko Jr. jadi nama Joko adalah nama bapaknya yang diberikan kepadanya... (pusing gak?)

Nah kalau Yohanes 17:11b menulis: Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
(tambah pusing gak?)

hehe...
Dalam Filipi 1:19 dikatakan:
karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

Lho, sekarang Roh Kudus namanya sama juga?
Jadi Bapa, Anak dan Roh namanya sama?

mari kita renungkan bersama2 :P

07 Juli 2009

Kasih = Rela Rugi


1 Korintus 6:7b Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?

Pada pasal 6 ini Paulus menyoroti umat Tuhan yang (4) lebih suka mencari keadilan dengan menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat.
Padahal (2) tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
(3) Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
Emangnya (5) tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya? Tapi malahan (6) saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya.
Jadi, apa bedanya orang Kristen dengan orang dunia?
Bukannya mengasihi sebagai orang yang telah mendapat kasih pengampunan dari Allah, (8) tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu. Parah gak sih?
(9) Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Gak mungkin gak tau kan ? Janganlah sesat!

27 Mei 2009

Iman Dan Perbuatan


Gambar diatas bukan sekedar hiasan artikel. Ada 2 persamaan dari keduanya yaitu:
1. ini adalah label atau merk suatu produk krupuk.
2. sudah dipasarkan ke masyarakat.
Tapi saya lebih salut kepada yang hijau. Kenapa?
Tanpa banyak neko2, apa adanya, tapi langsung ada tindakan nyata. Buktinya krupuk ini- yang tertulis produksi Sidoarjo- sudah sampai di Tangerang. Hebat bukan.

Apakah kita merasa iman kita masih terlalu muda sehingga tidak berani bertindak berdasar iman kita? Mungkin kita perlu belajar dari pengusaha krupuk ini...

28 Januari 2009

Tidak Menyerahkan Diri kepada Penipuan


Sumber gambar: geocities.com

Lama sekali saya bertanya-tanya tentang makna ayat ini.
Dan baru ini yang kira-kira nyangkut di hati :D

Coba bayangkan....
Tiap kali kita akan melakukan hal yang kita tahu "dosa". Lalu ada suara dalam hati yang memberi alasan yang membenarkan tindakan itu. Suara ini pro kepada tindakan itu, seolah hal itu tidak apa-apa jika kita lakukan.

Bandingkan hal ini dengan peristiwa ular yang merayu Hawa.
Supaya Hawa mengulurkan tangannya kepada buah pengetahuan baik dan jahat. Kejadian 3:4-6
(4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, (5) tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Setelah "penjelasan" dari ular, Hawa punya pandangan yang lain atas buah itu. (6) Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.."

"Ah, mungkin gak papa lah sekali ini saja"
"Sebentar ini saja ga papalah"
"Inikan hanya dosa kecil"
"Aku ini memang manusia lemah"
dan masih banyak lagi "alasan" yang muncul dalam hati, mencoba membenarkan hal yang kita tahu salah.

Sampai kapan kita akan menyerahkan diri kepada penipuan ini?

21 Januari 2009

Persembahan yang Benar


Sumber gambar: immoz wordpress.com

Habel persembahannya di terima, sedang Kain tidak...Mengapa?

Persembahan Habel dengan menyembelih binatang, sedang Kain adalah berasal dari tumbuh-tumbuhan. Yang jadi permasalahan bukan apa yang dipersembahkan. Tapi iman yang melandasi persembahan itu. Yang dikehendaki oleh Allah dari pengorbanan darah hewan pada masa itu adalah untuk mengingat akan janji penebusan Allah bagi dosa manusia melalui pencurahan darah anakNya yang tunggal.

Pencurahan darah korban sebagai wujud iman kepada karya penebusan dari Allah inilah yang mungkin kurang dipahami oleh Kain. Allah tidak berharap kita hanya memberi persembahan berupa materi. Tapi yang lebih penting adalah mengerti makna dari persembahan itu. Hanya saja, setelah Yesus datang dan peristiwa pengorbanannya telah terjadi. Kita tidak lagi dituntut untuk mencurahkan darah hewan, karena sudah digenapi oleh darah Yesus. Kita tidak lagi memerlukan perlambang darah karena peristiwanya sudah "pernah" terjadi. Kita hanya perlu mengingat dan percaya akan peristiwa itu. Jika kita menyadari akan betapa mahalnya korban yang diberikan Allah bagi kita, tidak berlebihan jika Allah menuntut kita menyerahkan seluruh hidup kita sebagai persembahan yang hidup. Tuhan tidak menginginkan darah kita, tapi hidup kita. Untuk bisa dipakai bagi kepentingan dan kehendakNya, kerajaanNya di muka bumi ini.

ada diskusi tentang hal ini di sini

CIBFest 2008 Winner - Rocketers CIBFest 2008 Banner A Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net bumi terkini